Jelajah Flores : dari Ende sampai Ruteng

Inilah salah satu travelling yang berkesan buat saya. Flores merupakan pulau eksotik yang indah, bagian dari provinsi NTT ini disebut-sebut sebagai asal muasal nenek moyang manusia modern. Salah satu yang membuat saya terkesan juga adalah perjalanan menuju pulau ini, dan perjalanan selama di pulau ini, semuanya seru. Penerbangan yang saya pakai adalah penerbangan dengan maskapai Pelita Air, memakai pesawat jet mungil Fokker 28 yang jadi pengalaman baru buat saya. Pesawat ini sempat transit di Bima, NTB dan saya jadi punya kesempatan untuk menjejakkan kaki di Bima walau sesaat.

          Pelita Air landing di Ende

Tiba di Ende, saya terpukau dengan landasan udara di banadara Haji Hasan Aroeboesman  yang cukup ekstrim. Betapa tidak, landasan pacu yang pendek itu punya dua ujung yang ekstrim, yaitu dinding tebing di sisi satunya, dan jurang langsung ke laut di sisi sebaliknya. Sekarang saya paham kenapa pesawat yang saya pakai adalah jet mini seperti Fokker 28, bukannya kelas Boeing 737 atau Airbus. Foto diatas menunjukkan pesawat Pelita Air yang akan mendarat di Ende, tampak ujung landasan yang langsung mengarah ke laut !!

Anak-anak Ende :

          Anak-anak Ende

Nol kilometer Ende (dan mobil sewaan saya) :

          Nol KM Ende

Ende merupakan kota di daerah pinggiran pantai yang cukup hangat, namun bisa terlihat gugusan pegunungan di kejauhan. Di kota ini dulu pernah terjadi gempa besar dan banyak menelan korban jiwa karenanya. Masyarakat disini ramah dan senang bertemu dengan pendatang dan wisatawan.  Di Ende ada tempat wisata alami berupa Danau Kelimutu (ya memang dari Ende masih agak jauh) dan ada juga rumah pengasingan bung Karno.

          Pengasingan bung Karno di Ende

Narsis di pelabuhan Ipi, Ende :

          Pelabuhan Ende

Dari Ende saya ingin melanjutkan petualangan dengan menaiki bus antar kota menuju kota Ruteng. Perjalanan akan membelah sebagian pulau Flores baik di pesisir pantai sampai pegunungan yang tinggi. Kota Ruteng sendiri adalah kota yang punya ketinggian diatas 1000 meter DPL, cukup dingin tentunya.

          Agogo

Go-go.. saya pun bersiap menuju Ruteng dengan naik bisa Agogo. Bis ini, kalau dilihat ya seperti Kopaja, tanpa AC dan penampilannya jauh dari kesan keren. Tapi ini membuat saya excited, karena pengalamannya tentu lebih seru daripada naik bisa di pulau Jawa. Perjalanan ke Ruteng dimulai dengan menyenangkan, pemandangan indah terhampar di sisi kiri dengan view lautan yang luas, sampai akhirnya jalanan berbelok dan tidak lagi terlihat lautnya.

          Sunset di Ende

Untungnya saya masih dapat kesempatan memotret sunset di Ende, sebelum bis berbelok masuk ke pegunungan dan melewati kota Bajawa. Tidak banyak lagi yang bisa difoto, saya pun lelah dan tertidur sampai jelang tiba di Ruteng tengah malamnya. Setiba di Ruteng, hotel yang sudah dipesan pun siap menyambut badan saya yang penat.

          Gereja tua di Ruteng

Ruteng, nama lainnya Manggarai, memang merupakan kota kecil yang sepi. Disini mayoritas masyarakatnya adalah menganut agama Katolik dan sepertinya saya sempat melewati sekolah Katolik yang besar, mungkin sekolah untuk pendidikan pastur gereja. Penduduk Ruteng (dan masyarakat Flores pada umumnya) hidup secara sederhana namun suasana kehidupan tampak tenang dan damai. Rumah di daerah Flores masih didominasi bangunan semi permanen dengan atap daun kering, entah betapa dingin didalamnya saat malam tiba, karena di hotel pun yang serba tertutup tanpa celah masih terasa sangat dingin pas malam hari.

          Kota Ruteng

Dari Ruteng, saya kembali ke Ende dengan bis yang hampir sama, walau kali ini agak lebih layak. Perjalanan pulang lebih pagi sehingga saya bisa menikmati pemandangan dari Ruteng ke Ende dengan lebih jelas. O ya, total dari Ruteng ke Ende ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam, seperti dari Jakarta ke Semarang. Walau lelah, tapi perjalanan kali ini sangat berkesan dan menyenangkan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s