Ke Palangka Raya aku kan kembali

Mirip judul laginya Koes Plus ya.. tapi nyatanya memang saya kembali lagi ke Palangkaraya, tahun 2008 ini. Dulu di tahun 2004 saya beberapa kali mengunjungi kota ini dalam rangka dinas kantor. Kali ini setelah empat tahun berlalu, banyak yang berubah seperti bandara yang lebih megah, ada hotel dan mal baru juga.

          Bandara Tjilik Riwut

          Rumah kayu

          Toko suvenir

Batang baring, simbol kemakmuran :

                            Batang Baring

ada mal Baru….. :

          Mal Palangka

Nongkrong di bawah jembatan Kahayan ;
 
          Jembatan Kahayan

Saya sempat berjalan kaki ke pemukiman yang berdiri diatas sungai Kahayan. Tentunya pemukiman ini dibangun dengan kayu dan penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Disini juga ada semacam dermaga untuk yang ingin naik transportasi kapal ke kota-kota lain di Kalimantan Tengah (disini antar kota lebih umum ditempuh lewat jalur sungai daripada jalan darat). Uniknya saya menemukan SPBU terapung yang melayani para nelayan atau kapal antar kota.

          Pertamina terapung

dan ini proses pengisian bahan bakar tersebut ;

          Nelayan Isi BBM

dan inilah pemukiman yang saya maksud, walau dari kayu tapi jalanan ini sangat kokoh dan tidak lapuk seperti kayu di Jawa šŸ™‚

          Rumah Kayu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s