Kuliner di Manado, dari yang pedas sampai Klappertaart, semuanya seru..

Manado memang terkenal sebagai destinasi wisata khususnya Bunaken bagi yang suka menyelam dan danau Tondano yang suka melihat keindahan alam. Keindahan bawah laut Manado khususnya Bunaken memang diakui dunia. Tapi bagi yang senang kuliner, pesona kuliner Manado tak kalah dengan pesona wisata laut di Bunaken. Walau tiga kali dalam tahun 2010 saya ke Manado tidak sempat main ke Bunaken, tapi berada di kota Manado saja sudah cukup puas dan seru dengan kulinernya.

                        Bandara

Memang saya tidak suka makanan pedas. Repotnya di Manado banyak sekali makanan pedas. Tapi saya harus mencobanya, karena ini kan bagian dari pengalaman kuliner. Maka itu saat bertemu masakan ikan pedas yang cukup besar, saya pun mencobanya. Memang agak pedas tapi mantap, dan tentunya nikmat. Lalu pesta kuliner berikutnya di daerah boulevard yaitu resto Wisata Bahari, sambil memandang pantai di siang hari. Daerah boulevard adalah daerah pusat bisnis di tepi pantai Manado, dulunya ini adalah laut yang direklamasi sehingga jadi daratan. Di kesempatan lain saya mencoba kuliner yang agak jauh meninggalkan kota, dari boulevard lurus mengikuti garis pantai sampai bertemu deretan restoran dan kami memilih salah satu yang terkenal yaitu resto Ria Rio. Disini saya bertemu makanan yang lebih pedas bernama Woku-woku, walau pedas tapi anehnya saya bisa menyantap menu ini..

Kuliner di Wisata Bahari :

          Wisata Bahari

Memilih ikan di Ria Rio :

          Milih ikan di Ria Rio

Klappertaart :

          Klapertart


Makanan di Manado tidak semua pedas. Untuk roti-roti dan kue khas ada juga yang manis, yang terkenal tentu adalah Klappertaart yang berisi kelapa seperti foto diatas. Kue ini disimpan di lemari es sehingga tidak bisa dibawa lama-lama di mobil atau di pesawat, karena akan mencair. Nikmatnya, jangan ditanya… (update : kini banyak juga yang jual kue semacam ini di Bandung).

          Manado kota

Tempat saya menginap di Manado kali pertama dan kedua adalah di hotel Travello, hotel modern minimalis yang tidak terlalu besar. Foto diatas adalah view kota Manado dengan gedung hotel Swisbel, dilihat dari jendela kamar hotel saya di Travello. Untuk kali ketiga (dan bertepatan dengan bulan puasa) saya memilih di Aston (posisi depan Travello). Di hotel ini disediakan menu makanan sahur walau sepertinya tidak selengkap menu sarapan biasa.

          Cakalang Fufu

Sebagai oleh-oleh, paling enak membawa ikan cakalang asap, yang bisa dimasak lagi di rumah. Yang penting pastikan membungkus ikan ini dengan baik supaya tidak membuat repot di pesawat.  Sebagai penutup cerita, ini adalah foto landscape dari gunung Klabat dan gunung Lokon di kejauhan, yang bisa dilihat dengan jelas bila cuaca sedang cerah. Indahnya Manado, di depan ada pantai dan di belakang ada gunung..

          Manado view

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s