Pesona Ujung Genteng, curug Cigangsa dan curug Cikaso

Ujung Genteng merupakan daerah yang berada di pesisir selatan Jawa Barat, masih masuk kabupaten Sukabumi. Untuk menuju kesana, umumnya rute yang dipilih adalah melalui Pelabuhan Ratu menuju Surade. Bagi yang berangkat dari Jakarta seperti saya, saat di perjalanan memang terasa agak lama karena macet di jalur Ciawi sampai Cibadak (banyak truk mengangkut air mineral), plus jalanan jelek saat menuju Pelabuhan Ratu, hingga rute yang cukup berliku-liku sepanjang Pelabuhan Ratu hingga Surade. Tapi ini semua demi travelling singkat ke tiga destinasi wisata menarik yaitu pantai-pantai di Ujung Genteng (pantai Cibuaya, pantai Pangumbahan, pantai tempat kapal nelayan) dan curug-curug indah yaitu curug Cigangsa dan Cikaso. Penasaran? Simak yuk..

Perjalan memang terasa lama, kami berangkat jam 6 pagi dan foto berikut ini diambil jam 3 sore, dimana posisi saya (bahkan) masih belum mencapai Surade. Untunglah dari lokasi ini hingga tiba di penginapan tinggal memakan waktu satu jam lagi.

          IMG_5197 penunjuk arah

Tepat jam 4 sore kamipun tiba di penginapan ini, tempatnya persis di tepi pantai. Salah satu penginapan yang cukup baik di Ujung Genteng, tapi sepengamatan saya di sepanjang pesisir pantai cukup banyak ditemui penginapan lain yang lebih ekonomis. Ya tentunya tidak sebaik apa yang tampak di foto ini, tapi minimal ada pilihan lah..

          IMG_5215 pondok

Tak ingin membuang waktu, saya dan teman-teman menaiki ojek menuju pantai Pangumbahan, tentunya untuk melihat sunset dan kalau beruntung bisa melihat pelepasan tukik (anak penyu). Kalau tidak mau naik ojek, bisa juga bawa mobil pribadi tapi ya siap-siap rodanya belepotan karena becek. Perjalanan di atas ojek mencapai 15 menit, cukup jauh rupanya..

          IMG_5349 ojek

Tiba di pantai Pangumbahan, hamparan pasir putih menyapa kami. Ada bangunan dengan atap berbentuk penyu sebagai tanda memang disinilah tempat konservasi penyu. Cukup kecewa kami saat melihat langit mendung dan mustahil untuk memotret sunset. Tapi yang menyenangkan, ternyata tidak lama setelah kami datang, ada acara pelepasan puluhan (entah ratusan) ekor tukik yang dibawa dalam sebuah ember. Saat dilepas, tukik-tukik itu dengan cekatan langsung lari ke arah air laut dan menghilang ditelan ombak.

          DSC_4358 penyu

Puas melihat tukik, kami beralih ke pantai Cibuaya. Jujur saja tidak banyak yang bisa dinikmati disini, karena langit mendung. Setelah ambil beberapa foto, tak lama langitpun mulai gelap dan kami bergegas kembali ke penginapan dengan ojek yang selalu setia menunggu.

          DSC_4372 cibuaya

Batal mendapatkan sunset tidak berarti trip kali ini sia-sia. Uniknya daerah Ujung Genteng adalah daratannya yang agak menjorok ke laut, sehingga di salah satu sisi pantai kita bisa melihat sunset, dan bila berpindah ke sisi lainnya kita bisa menunggu sunrise. Kali ini jam masih menunjukkan jam 4 pagi, kami bangun dan ojek-ojek setempat sudah siap mengantar kami ke pantai tempat kapal nelayan bersandar, untuk menikmati sunrise.

          DSC_4422 sunrise kapal

Narsis dengan tema siluet di pagi hari..

          DSC_4439 sunrise siluet

Saat matahari mulai terik, kamipun bergegas kembali ke penginapan untuk sarapan dan berkemas-kemas. Sekitar jam 9 kami meluncur ke arah pulang namun sudah dijadwalkan untuk mampir ke curug Cigangsa. Cuaca yang hampir setiap hari hujan membuat debit air jadi tinggi dan air di curug Cigangsa ini terlihat terlalu deras untuk difoto.

                            DSC_4452 cigangsa

Bagi yang ingin datang ke curug Cigangsa, saya lupa jalannya karena berbelok-belok, tapi inilah koordinat GPS-nya :

          Lat : 07.326947 LS
          Long : 106.542816 BT

                            DSC_4506 cigangsa gps

Puas dari curug Cigansa dan setelah menyantap kelapa muda, kami beralih ke curug Cikaso yang lebih populer. Jarak antar kedua curug ini memang tidak dekat, tapi dengan mobil tidak sampai satu jam kami sudah tiba di dermaga sungai yang berisi perahu yang siap mengantar kami ke curug Cikaso. Karena dekat, sebagian dari teman-teman saya memilih berjalan kaki, dan sebagian naik perahu yang waktunya sekitar 5 menit. Saya memilih di perahu untuk menghemat tenaga (matahari cukup terik siang itu) dan juga untuk mendapat foto-foto bak di sungai Kalimantan 🙂

          IMG_5450 kali cikaso

Tiba di curug Cikaso, kondisinya juga sama yaitu debit airnya yang terlalu deras. Pecahan air terjun yang tenaganya sangat kuat ini menjadi butiran air seperti hujan, sehingga kalau berada terlalu dekat maka badan dan kamera bakal basah kuyup. Repotnya untuk memotret air terjun ini ya harus dekat, kalau tidak maka terhalang pepohonan yang lebat.

                              521480_562252320474692_1203470364_n

Dan inilah 'the magnificent' air terjun Cikaso :

          DSC_4516 cikaso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s