Jelajah Vietnam utara part I : Hanoi

Vietnam utara berbatasan langsung dengan China, punya beberapa destinasi wisata yang menarik. Salah satunya adalah kota Hanoi yang jadi ikon kemajuan negara ini. Waktu di Hanoi sama dengan di Jakarta, jadi tidak perlu menyesuaikan jam di ponsel. Saya bersyukur bisa berkesempatan mengunjungi Vietnam utara dan dimulai dengan mendarat di bandara Noi Bai, Hanoi. Bandara yang tidak besar tapi terlihat sedang dibangun terminal baru dalam skala besar di sampingnya.

Pertama tiba di bandara ini tentunya mengurus imigrasi dulu, barulah mengambil bagasi. Tidak ada visa on arrival bagi pemegang paspor Asean.

Imigrasi

Di sekitar bandara ada penukaran uang dan penjual SIM card pra bayar. Mata uang disini adalah Dong (Vietnam Dong-VND) dan yang tertinggi itu adalah 500 ribu. Nilainya kalau dirupiahkan sekitar 2x, jadi uang 100 ribu Dong itu kira-kira sama dengan 50 ribu rupiah.

Uang Dong VND

Di kota Hanoi masih banyak bangunan lama yang tetap dipakai, warisan dari arsitektur Perancis. Misalnya gereja Cua Bach, jembatan Long Bien dan bangunan pemerintahan seperti berikut ini :

Bangunan pemerintahan

Yang jadi pusat kunjungan turis adalah Ho Chi Minh citadel atau makam tokoh nomor satu Vietnam yang dijaga ketat. Disekitarnya ada One Pillar Pagoda dan beberapa bangunan unik lainnya. Di dekat One Pillar Pagoda banyak turis yang datang dan membeli kartu pos berisi foto-foto pemandangan di Vietnam.

Kartu Pos

Pom bensin di Hanoi, seliter bensin dengan oktan 92 dijual seharga 24 ribu Dong (12 ribu rupiah). Tidak ada bensin subsidi disini.

Pom bensin

Salah satu bangunan bersejarah yaitu Opera House.

Opera house

Sepeda motor jadi alat transportasi rakyat seperti di Jakarta. Walau tidak sebanyak motor di Jakarta, tapi disini motornya lebih semrawut, tidak peduli sama penyeberang jalan dan kerap membunyikan klakson tanpa alasan jelas. Yang tidak kuat atau tidak biasa bakal stress mendengarnya.

Sepeda

Penjaja roti, kalau dimakan roti ini keras, tidak ada rasanya, tapi cocok lah buat mengganjal perut yang lapar.

Jual roti

Di pusat kota ada danau yang terkenal yaitu Hoan Kiem Lake, dengan sebuah pulau di tengahnya dan berdiri Turtle Tower, seperti candi tua. Di danau ini sering dipakai masyarakat untuk menikmati sore maupun foto-foto prewedding. Sebetulnya ada danau lain yang lebih besar yaitu West Lake, namun saat saya lihat tidak seindah danau yang ini. Saya berfoto-foto disini sampai matahari tenggelam.

Danau

Di dekat danau ada tempat bernama Old Quarter, sebuah area padat yang mayoritas adalah toko, dan bila malam dipenuhi sajian makanan khas Vietnam seperti Pho (mie khas Vietnam). Untuk menikmati kuliner di daerah sini, cukup duduk di bangku mungil di sepanjang trotoar Old Quarter.

Menunggu pembeli

Mayarakat Hanoi tengah menikmati kuliner malam di Old Quarter.

Kuliner

Sedikit street photography di Ole Quarter, saya suka blue hour langitnya yang kontras dengan cahaya sekitar yang kekuningan.

Old Quarter

Salah satu spot di dekat danau, yaitu roof top cafe. Disini viewnya lebih enak dan bisa memandang seluruh danau dan gedung-gedung disekitarnya. Foto sunset ini diambil dari roof top cafe.

Sunset

Dan inilah pemandangan malam hari (belum terlalu malam juga sih, sekitar jam 18.30) kea arah Hoan Kiem lake.

Hoan Kiem Lake

Bangunan tua

Di hari berikutnya, kami berkeliling kota Hanoi dengan menyusuri jalanan sambil mencari suvenir khas. Inilah beberapa foto yang saya dapat dari jalan-jalan saya di Hanoi.

Pedagang

Kaos Vietnam

Becak

Hari berikutnya akan saya tulis mengenai daerah Ninh Binh dan Halong Bay di part berikutnya ya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s