Kawah Cibuni (Rengganis), keindahan yang kerap terlewatkan di selatan Bandung

Wisata ke selatan Bandung, tentu yang terbayang adalah petik strawberry di Ciwidey, atau melihat kawah putih atau mengunjungi situ Patengan (Patenggang). Tapi pernahkah anda mendengar atau mendatangi kawah Cibuni (kini namanya kawah Rengganis), yang terletak tidak jauh dari situ Patengan? Bisa jadi anda belum pernah kesana, karena memang tempat ini kurang dikenal dan belum (terlalu) dikomersilkan. Yuk baca dulu cerita saya saat piknik ke kawasan wisata agro Rancabali yang dikelola PTPN VIII, khususnya di Kawah Rengganis ini (di akhir tulisan ini saya beri bonus gambar peta wisata Ciwidey dan sekitarnya).

          Gerbang Rengganis

Lokasi pintu gerbang ke kawah Cibuni ini masih berada di perkebunan teh Rancabali, kalau dari Bandung letaknya setelah percabangan dengan akses jalan ke situ Patengan, adanya di sebelah kiri jalan. Jarak dari Bandung sampai lokasi ini kira-kira 50 km. Parkir kendaraan hanya ada sedikit di kanan jalan dan kebetulan saat saya kesana tidak ada orang lain yang sedang parkir. Aman.. Untuk masuk ke areal ini perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 4.000 per orang, lalu kita bisa berjalan kaki sejauh hampir 1 km dengan trek yang mayoritas tanah berbatu dan sedikit menanjak. Sesekali kami berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai penduduk setempat yang sudah sangat lihai melewati jalan yang cukup sulit dilalui motor ini.

                              Menuju Cibuni

Saat kami menemui pemukiman penduduk lokal, kamipun sadar kalau sudah sampai di tempat tujuan. Tak sabar rasanya ingin melihat kawah yang unik, dengan banyak asap belerang keluar dari tanah dan celah-celah batu.

                            Kampung penduduk lokal

Tibalah kami di areal yang dimaksud. Asap belerang yang muncul dari tanah membuat saya terkesan, bukan hal yang umum dijumpai di tempat lain, saya bahkan bisa berdiri di tanah yang entah seperti apa kondisi celah dibawahnya sehingga bisa mengeluarkan asap seperti ini. Yang jelas asap ini (setahu saya) tidak beracun, tapi cukup membuat mual dan batuk. Maka itu gunakan masker dan perhatikan arah asap yang selalu berubah sesuai angin, hindari kena asapnya sebisa mungkin.

          Asap belerang

Seorang teman membeli beberapa telur mentah dari warung disini dan mencoba merendamnya di air yang keluar dari tanah. Air ini terlihat meletup-letup, kami menduga itu karena suhu yang cukup panas dan telur pun diletakkan disana. Betul saja, setelah beberapa menit telur diangkat dan dibuka, isinya sudah matang..

                            Cibuni

Foto diatas adalah tempat kami menempatkan telur, sedikit ada aliran air diatas tanah. Air itu lalu mengalir ke pancuran yang dipakai warga maupun pengunjung yang ingin mandi sambil berobat, konon mandi disini bisa untuk mengobati rematik. Saya pun mendatangi area pancuran dengan melewati jembatan kayu ini.

          Jembatan ke pancuran

Sebelumnya sempat ada penduduk yang sedang mandi disini, saya menunggu sampai dia selesai barulah saya datangi pancuran ini dan menyempatkan untuk mengambil foto. Ada lima 'pipa' yang bisa untuk dipakai mandi oleh lima orang sekaligus, dan airnya tidak terlalu panas.

                              DSC_9535-pancuran-idp-fb

Puas memotret, kamipun rehat di rumah penduduk yang ada warungnya. Teh manis panas, mi instan dan kerupuk pun tersaji di meja. Usai melepas penat, kamipun berpamitan.

          Jajanan Cibuni

Sebagai bonus, ada satu foto yang saya bikin hitam putih, untuk memberi karakter dan nuansa klasik. Ini adalah rumah yang berada lebih keatas dan cukup unik kalau difoto. Asap belerang terlihat seakan-akan menuju ke rumah itu, dan kenyataannya memang demikian. Hebat juga yang punya rumah itu..

                              Pancuran Cibuni

Bonus : peta Ciwidey dan Pangalengan :

          Peta-Bandung-Selatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s