Keliling Jogja : Kali Adem, Plaosan, Tamansari, Malioboro

Tidak ada yang lebih seru saat penghujung tahun selain berlibur dan travelling. Saya sekeluarga pun merencanakan liburan ini dari jauh-jauh hari dengan seksama. Perjalanan dari Jakarta ditempuh lewat darat melalui rute berbeda antara berangkat dan pulang, dimana rute berangkat melalui Subang (Cikamurang) dan menuju Semarang, sebaliknya pulangnya lewat Kebumen, Bumiayu, Slawi lalu Pantura (Jomin). Selain mengajak anak istri berkeliling, saya juga menyempatkan foto-foto untuk mengisi blog travel ini.

Spot pertama yang saya datangi adalah Kali Adem, di kaki gunung Merapi. Disini, tahun 2006 terjadi letusan yang menewaskan dua relawan di bunker perlindungan. Tahun 2010 terjadi lagi letusan yang menewaskan juru kunci Merapi. Saat ini daerah sekitar desa Kinahrejo mulai hijau, masyarakatnya kini umumnya berprofesi sebagai pendukung wisata Merapi seperti ojek, jeep, jualan suvenir dan warung makan. Tapi tidak ada lagi perkampungan yang ramai seperti dulu karena rumah mereka kini sudah pindah ke lokasi lain yang lebih aman.

Foto-foto disana :

Paket wisata di Kinahrejo :
Paket tur merapi

Sisa-sisa erupsi 2010 :
Tinggal kenangan

Mobil relawan tidak sempat meninggalkan Kinahrejo di 2010 :
Hangus

Penyewaan motor :
Sewa motor

Bunker yang tertimbun material panas saat erupsi 2006, 2 relawan tewas didalamnya :
Bungker

Perjalanan menuju Kaliadem :
Jeep

Suasana di Kaliadem :
Kali Adem

Puas berkeliling di sana, esoknya saya mengunjungi candi Plaosan, sebuah candi yang berdekatan dengan Prambanan. Walau dekat, tapi disini sepertinya belum banyak yang tahu, terlihat dari sepinya candi ini dari pengunjung. Padahal candi ini juga megah dan indah walau tidak besar. Candi Plaosan terbagi jadi dua wilayah yaitu utara dan selatan, dan di beberapa bagian candi tampak hasil pemugaran.

HDR

Patung Plaosan

Plaosan blur

Untuk jelajah kota dan budaya, di kesempatan hari berikutnya saya mengunjungi situs budaya Tamansari di dekat Alun-Alun Selatan. Disini terdapat sisa-sisa istana air jaman Keraton, yang kini sudah berbaur dengan pasar dan pemukiman. Spot yang menarik selain kolam renang raja, adalah Pulau Cemeti (seperti istana tapi sudah runtuh) dan masjid bawah tanah.

Tamansari

Pulangnya saya berkeliling di sepanjang Malioboro, sambil memantau kemacetan akibat libur panjang 🙂 Berikut foto-foto di jalanan yang saya ambil :

Bakul

Beringharjo

BNI

Masjid

Motret

Sandal

Advertisements