Bawa gear apa buat ke Jepang nanti?

Well, kira-kira itulah sebagian pertanyaan yang sering berkecamuk di benak saya belakangan ini. Momen yang penting ini tentunya sayang kalau tidak direncanakan dengan baik, khususnya dari sisi fotografinya. Rencana ke Tokyo dsk yang penuh dengan kehidupan modern, juga ada rencana memotret gunung Fuji, perlu didukung gear yang cocok dan spesifik kan?

Namanya traveling, apalagi ke tempat yang agak jauh, perlu cermat memilih gear yang ringkas. Konsep lensa zoom travel yang praktis tentu lebih disukai daripada lensa fix misalnya. Juga aksesori pendukung seperti travel tripod, camera bag dan sebagainya.

Solusi ideal untuk travel, sensor cukup oke, lensa fleksibel dan bukaan besar

Solusi ideal untuk travel, sensor cukup oke, lensa fleksibel dan bukaan besar, ada RAW, hotshoe dan bisa rekam video

Idealnya saya mendambakan gear yang yang punya ukuran tidak besar, tapi baterainya tahan lama. Sensornya at least ukuran 1 inci semestinya cukup, dengan jangkauan lensa dari 24mm hingga 200mm misalnya, seperti Sony RX10 (gambar diatas) atau Lumix FZ1000. Anda mungkin beranggapan sensor 1 inci itu kurang, dan harus pakai APS-C untuk kualitas. Ya betul juga sih, tapi sensor 1 inci sudah cukup bagus menurut saya, dan membuat lensa jadi tidak terlalu besar ukurannya.

Ya walau idealnya gear yang dibawa adalah seperti yang saya tulis diatas, bukan berarti saya mau bawa itu, lha saya tidak punya gear seperti itu kok (dulu seseorang pernah meminjamkan saya SonyRX10 untuk direview). Realistisnya ya bawa gear yang ada saja, sesuaikan dengan kebutuhan disana.

Minimalist gear(s) to go

Minimalist gear(s) to go

Inilah list rencana saya buat ke Jepang bulan April nanti :

  • main camera : Canon EOS 70D, untuk landscape dan citiscape, juga bila perlu main flash atau ISO tinggi, dipadukan dengan lensa travel yang praktis yaitu Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, dan untuk bermain perspektif akan saya bawa lensa mungil nan ringan Canon EF-S 10-18mm IS update : setelah dipertimbangkan lagi saya butuh gear yg ringan karena bakal banyak jalan, jadi terpaksa 70D ditinggal saja, huhu.. sori Canon.
  • street camera : Samsung NX300, dipasangkan dengan 12-24mm dan 50-200mm, juga ditujukan untuk rekam klip video pendek dokumentasi perjalanan, hybrid AF-nya akan membantu auto fokus yang baik saat rekam video update : saya bawa tambahan berupa lensa 18-55mm untuk lensa kit dan 45mm f/1.8 untuk main bokeh
  • pocket camera : Panasonic Lumix LF1, si mungil praktis dengan lensa 28-200mm yang cukup baik hasil fotonya untuk dokumentasi seperti papan petunjuk jalan, pintu masuk stasiun, makanan dsb
  • tripod : Fotopro travel tripod aja, ringan dan kecil, masih mampu menahan bobot 70D dengan lensa
  • Flash : Shanny SN600N yang kekuatannya besar, flash lama yang dulu saya beli untuk Nikon tapi bisa menyala secara manual di 70D update : Shanny pun mesti ditinggal untuk menghemat beban, jadi pakai flash mungil bawaan NX300 saja
  • Tas kamera : untuk menyimpan all gears dari berangkat sampai pulang saya mengandalkan Kata backpack LPS-216DL yang ringan dan praktis, tapi saya harus membawa serta juga tas selempang Lowepro Format untuk membawa gear dari hotel lalu jalan-jalan dan kembali ke hotel lagi
  • Baterai : untuk Canon 70D perlu bawa 2 baterai LPE6 cadangan, lalu satu baterai cadangan untuk Samsung NX300 dan dua powerbank untuk jaga-jaga menghadapi issue baterry drain di NX300.

Itulah idealisme vs realita versi saya, dilema ini tentu sering dirasakan oleh banyak orang yang ingin traveling kan? Yang penting enjoy the trip.

Gear is good but vision is better.

Don’t judge me by my gear, haha..

Selamat Tahun Baru 2016

image

Selamat tahun baru 2016 untuk kita semua.

Resolusi dan hal-hal yang diharapkan ditahun ini insya Allah diantaranya :
– usiaku memasuki kepala 4 🙂
– cicilan mobil lunas, hore..
– bisa motret bunga Sakura (April)
– bikin buku kedua
– nurunin berat badan (gak mudah sih..)

Selain tentunya resolusi umum setiap orang seperti menambah amal ibadah, nambah rezeki dan sebagainya. Semoga..

Posted from WordPress for Android

Beginilah waduk Jatiluhur kala kemarau

Waduk Jatiluhur yang merupakan bendungan terbesar di Indonesia, punya volume waduk terbanyak dan area paling luas ini juga tak luput dari dampak kekeringan akibat El-Nino. Sampai September 2015 tinggi permukaan air menurun drastis hingga bibir ‘pantai’ juga ikut berubah menjadi jauh ke tengah. Berikut jepretan saya yang menggambarkan suasana sekitar waduk saat kekeringan, semoga hujan cepat turun ya..

Foto-foto diambil pakai Lumix GM1, kecuali foto terakhir (paling bawah).

P1080313 cr

P1080316 cr P1080329 cr P1080334 cr P1080354 cr P1080301 cr

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Olympus E-PL5 with M.Zuiko 9-18mm lens