Tips memotret cityscape malam dari atap gedung

Tinggal di kota besar sayang rasanya kalau tidak dimanfaatkan untuk hunting cityscape. Deretan gedung bertingkat dengan berbagai bentuk dan cahayanya saat gelap akan menarik untuk difoto. Sayangnya tidak mudah juga untuk bisa foto cityscape, misal di Jakarta kita perlu cari tahu dimana lokasi yang ideal untuk memotret. Tentunya kita perlu naik ke tempat yang tinggi juga, bisa dari balkon, dari jendela kamar (kantor, hotel atau apartemen) atau bahkan dari atap gedung (rooftop). Waktu yang ideal biasanya sore hari hingga malam mulai menjelang.

IMG_3438 web.jpg

Kali ini saya ingin berbagi tips untuk memotret cityscape yang baik. Untuk lokasinya saya anggap anda sudah dapat spot yang ingin difoto dan titik memotretnya ya.

Tips pertama adalah persiapan yang lebih matang. Tripod yang kokoh, wajib untuk mencegah kamera goyang akibat terpaan angin. Kamera yang goyang akan membuat foto tidak tajam, sebaik apapun kameranya, lokasinya, settingnya, kalau foto shake/goyang ya sia-sia semua. Lalu tali kamera sebaiknya terpasang untuk diikat ke tangan kita bila posisi kamera beresiko jatuh. Ingat, keselamatan penting dalam foto khususnya bila kita ada di ketinggian, jangan sampai ada benda apapun jatuh ke bawah dan bisa mencederai orang di bawah. Persiapan lain seperti pelindung hujan, senter dan bekal konsumsi juga perlu diperhatikan.

IMG_5780 crop

Tips kedua adalah kuasai setting kameranya. Setting sore saat masih agak terang, tentu berbeda dengan setting saat senja dan malam. Pahami mode apa yang cocok dipakai, seperti apa kombinasi eksposur yang pas, bagaimana mengatur fokusnya, WB-nya, hingga mode memotretnya pakai apa (remotecable release atau touch shutter). Saat sudah gelap, kadang eksposur lebih enak dilihat saat tidak di nol melainkan di minus, misal -1. Karena gelapnya langit akan terekam dengan lebih alami.

Canon 60D Top tut
 
Tips ketiga kenali plus minus dengan setiap fokal lensa yang akan dipakai. Lensa lebar biasanya enak untuk mengambil banyak gedung sehingga kesannya luas, tapi lensa lebar akan memberi perspektif yang berlebihan dan akan membuat distorsi pada foto. Lensa yang sedikit lebih tele akan cocok untuk mengambil detail dari satu dua obyek utama, tapi kurang dramatis. Ada baiknya membawa beberapa lensa untuk coba-coba. Foto yang terdistorsi untungnya bisa dikoreksi dengan editing, tapi untuk kebutuhan pro ada lensa khusus seperti lensa Tilt Shift atau lensa PC.

Tamron-10-24mm-web

Tips terakhir adalah pemilihan waktu yang ideal. Saat masih agak terang masalahnya adalah lampu-lampu gedung belum menyala. Saat sudah malam masalahnya adalah langit gelap dan hitam total. Idealnya adalah saat peralihan dari sore ke malam dimana langit masih agak biru dan lampu gedung (serta lampu mobil) mulai menyala. Itu kerap disebut blue-hour dan akan jadi lebih menarik hasilnya.
 

Memang foto cityscape termasuk lebih tinggi kesulitan teknisnya dibanding foto lain, tapi pada dasarnya sama saja yaitu persiapan yang baik, pengetahuan teknis yang benar, pemilihan lensa dan komposisi yang pas dan sedikit editing untuk mempercantik hasil akhirnya. Tentu yang utama adalah banyak latihan dan dari situ akan didapat banyak pengalaman, yang akan jadi bekal berguna untuk masa depan.

Beberapa contoh foto cityscape yang saya ambil di Jakarta :

Advertisements

Pancaran mentari di gunung Pancar

Tiba-tiba muncul ide untuk hunting foto ke gunung Pancar, Sentul. Pas libur 17-an kemarin saya akhirnya sempatkan pagi-pagi kesana, keluar tol Sentul Selatan dan menyusuri jalan desa Babakan Madang menuju arah Jungle Land.  Wana wisata ini terkenal akan pohon pinusnya yang indah, juga cocok dipakai berkemah karena tidak terlalu dingin saat malam.

Matahari cukup terik menerpa saat saya tiba sekitar jam 7 pagi, memberi sinaran yang memancar diantara celah-celah pohon pinus, tampak indah dan menggoda untuk difoto. Recommended untuk yang ingin selfie nih.. 🙂

IMG_9950