Oleh-oleh dari tur fotografi Jepang

Alhamdulilah tur fotografi ke Jepang 9-14 April 2016 berlangsung sukses dengan total 16 orang fotografer yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jogja bahkan Makassar. Tur kali ini adalah yang perdana untuk infofotografi.com ke Jepang, biasanya tur luar negeri yang sudah rutin adalah ke China, Vietnam dan Kamboja.

Tur Jepang perdana ini difokuskan di kota Tokyo dan sekitarnya. Biarpun Tokyo itu kota besar tapi masih banyak spot foto yang menarik baik berupa kehidupan kota maupun budayanya. Kami menginap di daerah Shinjuku, dan dari Narita kami memilih pakai kereta NEX yang cepat. Untungnya hotel kami tidak jauh dari stasiun sehingga cukup berjalan kaki, dan lagipula setiap hari selama tur kami memang mengandalkan kereta api baik JR maupun Metro.

Spot foto yang sudah direncanakan diantaranya ke kuil Hasedera, melihat patung Budha raksasa, ke Asakusa, melihat Sky Tree dan Tokyo tower, ke taman Showa Kinen (melihat sakura tentunya) dan ke Kawaguchi untuk melihat gunung Fuji. Khusus yang ke Kawaguchi tidak pakai kereta tapi sewa minibus.

Di tur kali ini agak berbeda karena tidak ada rencana untuk foto sunrise atau sunset, yang ada adalah cityscape dan arsitektur, serta bunga-bunga yang indah di taman. Dan tak lupa tentunya adalah ajang selfie setiap peserta, tapi sebagai fotografer selfienya juga harus keren karena pakai tripod dan self timer. Gear yang saya bawa cukup minimalis untuk meringankan beban selama tur.

Inilah oleh-oleh foto saya dari tur Jepang kemarin, selamat menikmati :

Bawa gear apa buat ke Jepang nanti?

Well, kira-kira itulah sebagian pertanyaan yang sering berkecamuk di benak saya belakangan ini. Momen yang penting ini tentunya sayang kalau tidak direncanakan dengan baik, khususnya dari sisi fotografinya. Rencana ke Tokyo dsk yang penuh dengan kehidupan modern, juga ada rencana memotret gunung Fuji, perlu didukung gear yang cocok dan spesifik kan?

Namanya traveling, apalagi ke tempat yang agak jauh, perlu cermat memilih gear yang ringkas. Konsep lensa zoom travel yang praktis tentu lebih disukai daripada lensa fix misalnya. Juga aksesori pendukung seperti travel tripod, camera bag dan sebagainya.

Solusi ideal untuk travel, sensor cukup oke, lensa fleksibel dan bukaan besar

Solusi ideal untuk travel, sensor cukup oke, lensa fleksibel dan bukaan besar, ada RAW, hotshoe dan bisa rekam video

Idealnya saya mendambakan gear yang yang punya ukuran tidak besar, tapi baterainya tahan lama. Sensornya at least ukuran 1 inci semestinya cukup, dengan jangkauan lensa dari 24mm hingga 200mm misalnya, seperti Sony RX10 (gambar diatas) atau Lumix FZ1000. Anda mungkin beranggapan sensor 1 inci itu kurang, dan harus pakai APS-C untuk kualitas. Ya betul juga sih, tapi sensor 1 inci sudah cukup bagus menurut saya, dan membuat lensa jadi tidak terlalu besar ukurannya.

Ya walau idealnya gear yang dibawa adalah seperti yang saya tulis diatas, bukan berarti saya mau bawa itu, lha saya tidak punya gear seperti itu kok (dulu seseorang pernah meminjamkan saya SonyRX10 untuk direview). Realistisnya ya bawa gear yang ada saja, sesuaikan dengan kebutuhan disana.

Minimalist gear(s) to go

Minimalist gear(s) to go

Inilah list rencana saya buat ke Jepang bulan April nanti :

  • main camera : Canon EOS 70D, untuk landscape dan citiscape, juga bila perlu main flash atau ISO tinggi, dipadukan dengan lensa travel yang praktis yaitu Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, dan untuk bermain perspektif akan saya bawa lensa mungil nan ringan Canon EF-S 10-18mm IS update : setelah dipertimbangkan lagi saya butuh gear yg ringan karena bakal banyak jalan, jadi terpaksa 70D ditinggal saja, huhu.. sori Canon.
  • street camera : Samsung NX300, dipasangkan dengan 12-24mm dan 50-200mm, juga ditujukan untuk rekam klip video pendek dokumentasi perjalanan, hybrid AF-nya akan membantu auto fokus yang baik saat rekam video update : saya bawa tambahan berupa lensa 18-55mm untuk lensa kit dan 45mm f/1.8 untuk main bokeh
  • pocket camera : Panasonic Lumix LF1, si mungil praktis dengan lensa 28-200mm yang cukup baik hasil fotonya untuk dokumentasi seperti papan petunjuk jalan, pintu masuk stasiun, makanan dsb
  • tripod : Fotopro travel tripod aja, ringan dan kecil, masih mampu menahan bobot 70D dengan lensa
  • Flash : Shanny SN600N yang kekuatannya besar, flash lama yang dulu saya beli untuk Nikon tapi bisa menyala secara manual di 70D update : Shanny pun mesti ditinggal untuk menghemat beban, jadi pakai flash mungil bawaan NX300 saja
  • Tas kamera : untuk menyimpan all gears dari berangkat sampai pulang saya mengandalkan Kata backpack LPS-216DL yang ringan dan praktis, tapi saya harus membawa serta juga tas selempang Lowepro Format untuk membawa gear dari hotel lalu jalan-jalan dan kembali ke hotel lagi
  • Baterai : untuk Canon 70D perlu bawa 2 baterai LPE6 cadangan, lalu satu baterai cadangan untuk Samsung NX300 dan dua powerbank untuk jaga-jaga menghadapi issue baterry drain di NX300.

Itulah idealisme vs realita versi saya, dilema ini tentu sering dirasakan oleh banyak orang yang ingin traveling kan? Yang penting enjoy the trip.

Gear is good but vision is better.

Don’t judge me by my gear, haha..

Selamat Tahun Baru 2016

image

Selamat tahun baru 2016 untuk kita semua.

Resolusi dan hal-hal yang diharapkan ditahun ini insya Allah diantaranya :
– usiaku memasuki kepala 4 🙂
– cicilan mobil lunas, hore..
– bisa motret bunga Sakura (April)
– bikin buku kedua
– nurunin berat badan (gak mudah sih..)

Selain tentunya resolusi umum setiap orang seperti menambah amal ibadah, nambah rezeki dan sebagainya. Semoga..

Posted from WordPress for Android