Sawarna, here we come…

Oke, inilah saat pertama saya mengunjungi pantai Sawarna yang terkenal itu. Tentu tak perlu banyak tulisan yang saya harus buat, toh di internet ini sudah banyak yang membahas tentang pantai ini dan juga foto-fotonya. Yang jelas rute saya berangkat adalah lewat Pelabuhan Ratu (Cisolok) dan tanjakannya cukup membuat supir bis wisata jadi stress, maka itu pulangnya kami putuskan berputar lewat Pandeglang. Sedikit sumbangshih foto saat saya kemarin kesana saya sajikan di artikel kali ini, selamat menikmati.

          Peta Sawarna

Di balik layar

Sebelum foto-foto trip Sawarna saya pajang, ada baiknya melihat dulu proses di balik layar berupa perjuangan untuk mendatangi pantai-pantai yang sudah direncanakan seperti Tanjung Layar, Karang Taraje dan Lagun Pari. Yang pasti, ojek adalah transportasi  yang harus saya pakai untuk bisa berpindah dari satu pantai ke pantai lain dengan cepat, daripada berjalan kaki yang pasti melelahkan dan membuang waktu.

          Ojek Sawarna

Jalan yang dilalui ojek pun bukan jalan yang mulus, tapi jalan berbatu yang butuh skill mengendarai motor yang ekstra tinggi. Dulunya jalan ini hanya jalan tanah yang akan jadi lumpur saat hujan, maka warga setempat swadaya membuat jalan batu supaya lebih aman.

          Jalan rusak

Seperti biasa, sedikit ada narsisnya, inilah saya berpose di gerbang selamat datang Sawarna.

          Me at sawarna

Pantainya

Salah satu pantai di daerah Sawarna, dekat Karang Taraje

          Pantai Sawarna

Sunset di Tanjung Layar
 
          Negeri di awan

Pantai Ciantir dilihat dari atas (difoto saat pulang)

          Sawarna from above
Continue reading “Sawarna, here we come…”