Jelajah Semarang dan sekitarnya

Sudah sering kemana-mana, tapi jarang sampai eksplor kota Semarang dan sekitarnya itu rasanya seperti ada yang kurang. Maka itu kali ini saya mencoba keliling Semarang sambil mencoba tol baru yang tersambung langsung dari Jakarta, sejauh kira-kira 400 km, membayar sekitar 300rb sekali jalan (mahal juga ya tolnya….).

IMG_0368 lumpia

Di Semarang selain motret, saya juga kuliner, dengan tujuan mencari jajanan favorit saya yaitu Lumpia (Loenpia). Selama dua malam saya menginap di Hazotel Banyumanik, supaya mudah kalau mau ke Ungaran atau ke tol tujuan Bawen. Spot yang ingin dikunjungi diantaranya Lawang Sewu, Masjid Agung, Gereja Blenduk, Pekojan dan di luar Semarang ada curug Lawe dan Ambarawa. Ya, Ambarawa jadi terasa dekat dengan Semarang karena saya menginap di Banyumanik, tinggal masuk tol. Disana saya mengunjungi musium kereta, benteng Belanda dan Bukit Cinta (danau Rawapening) yang sayangnya sedang renovasi dan ditutup.

Inilah foto-foto perjalanan saya :

This slideshow requires JavaScript.

Terima kasih sudah menyimak, salam… Continue reading “Jelajah Semarang dan sekitarnya”

Foto dari Sekaten Jogja

Ceritanya anak ini menemani ayahnya yang jadi operator ferris wheel tradisional di sebuah pasar malam di Jogja, saat hari pertama acara Sekaten dibuka. Namanya anak kecil kalau duduk diam lama kan bosan, jadi untuk mengusir bosan dia main gadget bermain gitar kecil sambil menyanyi entah lagu apa. Sisi kemanusiaan dari momen ini membuat saya tertarik dan perlu beberapa shot untuk dapat momen yang paling saya anggap pas. Editing hitam putih dibuat untuk mengarahkan pada subyek utama karena kalau warna si anak akan kalah dengan warna lampu dan suasana sekaten yang gemerlap. 

DSCF5307 bw

Rupanya hiruk pikuk pengunjung, gemerlapnya lampu malam dan riuh suara mesin ferris wheel tradisional sudah menjadi keseharian bocah ini. Semoga kelak kau jadi orang yang sukses nak, jadi penyanyi terkenal atau pengusaha theme park kelas dunia..

Gear dan setting :

Kamera Fuji X-T20, lensa Fujinon XF 18-55mm f/2.8-4 OIS, 1/30 detik, f/3.5 ISO 2000, editing NIK Silver Efx Pro.

Warna warni Kampung Bekelir Tangerang

Rumah yang dinding atau atapnya berwarna warni mungkin biasa, tapi kalau satu kampung semuanya dipenuhi warna warni sampai gambar aneka bentuk menghias dinding yang kosong, itu baru unik. Dekat saya tinggal di Tangerang rupanya juga ada, dekat dengan sungai Cisadane dan masih di sekitar kawasan pasar  lama, terdapat satu wilayah bernama Kampung Bekelir.

Nama aslinya adalah kampung Babakan, tapi sejak tahun lalu kampung ini mendapat dukungan dari produsen cat dinding ternama, maka disulap menjadi beraneka warna. Tak heran sejak itu kampung ini jadi incaran piknik dadakan warganet yang ingin melihat dan sekedar swafoto disana.

Penduduk kampung ini pun ramah, dan tidak keberatan kampungnya dikunjungi asal tetap menjaga ketertiban dan lebih baik lagi kita yang berkunjung juga mendukung usaha penduduk setempat seperti belanja di warung atau kedai yang ada.

Gear : Fuji X-T20 dan lensa XF 18-55mm